Pasang Iklan | Download Mozilla Terbaru | Zodiak Hari Ini | Jadwal Bola TV
Google

Puisi Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

Diterbitkan oleh pada hari Kamis, 23 Desember 2010
Iskaruji dot com | Puisi Karawang - Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Chairil Anwar (1948)
Brawidjaja, Jilid 7, No 16, 1957


Dedicated post:
Puisi di dedikasikan untuk mengenang "rasa". Rasa yang "terkapar" bagai tulang belulang yang berserakan antara Palembang - Yogyakarta. Tidak ada yang kami jaga disini kecuali diri kami sendiri. Kenang dan kenanglah kami, walaupun itu dari sisi gelap kalian memandang. Teruntuk sahabat karib semua. Semoga bisa menjadi bahan edukasi bagi kita semua..