Pasang Iklan | Download Mozilla Terbaru | Zodiak Hari Ini | Jadwal Bola TV
Google

Doa dan Zikir Andalan Seorang Awwam

Diterbitkan oleh pada hari Sabtu, 06 Agustus 2011
Awwam's JourneysDoa dan Zikir Andalan Seorang Awwam | Awwam's Journeys ---Seperti biasa, dimanapun dan dalam keadaan apapun Awwan sebisa mungkin tidak meninggalkan shalat. Rupanya hal ini sedikit banyaknya menarik perhatian teman-temannya sesama anak jalanan ataupun para pengurus mushalla stasiun tempat Awwam tidur.

Gaya shalatnyapun agak berbeda dari orang kebanyakan. Jika orang kebanyakan bisa memakan waktu yang lebih lama lengkap dengan dzikir dan do'anya, maka Awwam lebih seperti shalat kilat dan dengan dzikir serta do'a yang kilat juga. Dan pada salah satu kesempatan, Pak Makmun, petugas PJKA sekaligus pengurus Mushalla stasiun bertanya kepada Awwam;
"Wam, mengapa shalatmu seperti sholat orang yang lagi dikejar sesuatu, cepet banget?
Tanya Pak Makmun.
"ehm..gimana ya Pak, saya cuma ngerjain wajibnya aja dari rukun shalat itu. Makanya lebih cepat dari biasanya"
Jawab Awwam. Kemudian Pak Makmun bertanya lagi,
"Emang bisa khusyuk kalo shalatnya begitu?"
Awwan menjawab sekenanya,
"hehe...saya malah gak jadi khusyuk kalo lama-lama shalatnya Pak. Gatel ini itulah, teringat ini itulah..pokoknya susah banget Pak khusyuknya"
Pak Makmun cuma bisa mengangguk-angguk sambil mengernyitkan dahinya tanpa berkata-kata.

Awwam mengambil tas pinggangnya disudut ruangan Mushalla dan bergegas keluar. Saat Awwam sedang mengikat tali sepatu basket kesayangannya, Pak Makmun rupanya belum puas bertanya kepada Awwan. Sambil menepuk bahu Awwam, Pak makmun bertanya lalu,
"Lalu bagaimana dzikir dan doamu selepas shalat. Itu juga kok cepet banget?"
Jauh di hati Awwam, ingin sekali rasanya bertanya kepada Pak Makmun kenapa dia menanyakan hal ini. Tapi dia ingat omongan ustadz-nya dulu, salah satu ciri orang yang gampang mendapat hikmah adalah sering bertanya bukan sering menilai.

Maka Awwam-pun menjawab pertanyaan Pak Makmun.
"Dzikir saya itu pendek dan gampang sekali Pak. Hanya memohon ampun kepada Allah agar do'a saya untuk bisa baik didunia dan akhirat bisa tercapai. Jadi dzikir saya cuma ASTAGHFIRULLAH dan do'a saya cuma RABBANA AATINA"
Selesai berucap demikian Awwam pergi meninggalkan Pak Makmun yang masih garuk-garuk kepala dengan jawaban salam yang terlambat...

ehm..Pantesan cepet shalat sama do'anya!