Pasang Iklan | Download Mozilla Terbaru | Zodiak Hari Ini | Jadwal Bola TV
Google

Ketika Awwam Menampar Pendakwa itu

Diterbitkan oleh pada hari Rabu, 10 Agustus 2011
Ketika Awwam Menampar Pendakwa itu | Awwam's Journeys ---Kalo pada bulan puasa, hal paling yang menyenangkan bagi Awwam adalah banyak makan gratis yang bisa didapatkan. Selain itu lingkungan tempat tinggalnya jadi bersih dan gak terlihat kusam dengan kumpulan waria dan wanita "penjaja dagangannya". Maklum kegiatan bisnis ini ditutup sementara oleh Pol PP saat bulan puasa.

Seperti biasa sambil menunggu berbuka puasa Awwam selingi dengan bercengkerama dengan anak-anak kecil disepanjang rel kereta itu sembari mendentingkan permainan kentrungnya. [semacam gitar kecil bersenanr 3] Dan salah satu anak yang agak dekat dengan Awwam adalah si Judy yang berumur sekitar 6 tahunan. Dimata awwam Judy termasuk anak yang taat dan patuh. Sayang Awwam kalah cepat dengan si Mami yang pada waktu itu seorang Missionaris sekaligus orang yang mengurus anak-anak jalanan disini, memperkenalkan kepada Judy tentang tuhan. Apa boleh buat, Judy lebih suka menyebut tuhan Bapak ketimbang menyebut nama Allah SWT.

Sedang asyiknya gitaran dengan Judy, tiba-tiba si Mami menepuk bahu Awwam dan berkata,
"Wam, tuh mobil rombongan ustadz dah dateng, bantuin sana..!"
Awwam dan Judy-pun bergegas ke arah mobil yang dimaksud yang berenti dipinggir rel sambil mengangkat makanan dan minuman untuk berbuka puasa bagi anak-anak jalanan yang sering mangkal di salah satu stasiun kereta api Yogyakarta tersebut.

Singkat cerita azan-pun terdengar,
"Allahu Akbar, Allauhu Akbar.."
Namanya anak jalanan, gak perduli agamanya apa asal ada makanan maka pasti ikut-ikutan. Seperti Judy yang ikut-ikutan berbuka walaupun tidak puasa. Awwam-pun ikut berbuka bersama para pendakwah itu yang juga sekaligus sebagai dermawan untuk makanan berbuka ini. Siapa menyangka jika tragedi itu dimulai saat berbuka ini.

Jika orang lain akan berdoa,
"Allahumma laka sumtu wabika aamantu dan seterusnya..."
saat akan berbuka tapi tidak bagi Judy. Ia dengan santainya berdo'a,
"Terima kasih tuhan Bapa yang telah menganugerahkan makanan ini untuk saya..."
Karena posisi Judy yang berdekatan dengan sang pendakwah, maka ucapan itu terdengar jelas ditelinganya. Entah disengaja atau tidak, teguran sang pendakwah kepada Judy yang diiringgi dengan suara yang agak keras layaknya orang memaki,
"Laknatullah kamu..Kenapa kamu berkata demikian? Siapa yang mengajarkan kamu seperti ini..hah?"
Mungkin karena agak marah karena nafsu berbukanya menurun, bentakan ini disertai juga dengan jeweran mendidik ke telinga Judy. Sayangnya Awwam melihatnya dengan rasa yang berbeda. Dengan refleks Awwam menampar muka pendakwa itu,
Plaaakkk!!..
yang dilanjutkan dengan cekikan kearah leher sang pendakwa yang dihiasi baju koko itu.

Dengan mata berkaca-kaca menahan amarah yang amat sangat, Awwam berkata lantang kepada sang pendakwah itu tanpa melepaskan cekikannya,
"Setelah ini Bapak boleh bawa saya kekantor polisi karena perbuatan saya, asal Bapak bisa menjawab pertanyaan saya, Dimana dan apa yang sedang Bapak lakukan saat Judy di baptis?"
Suasana yang gaduh jadih hening sesaat. Terlihat juga kegelisahan mami yang merasa tidak enak atas kejadian ini. Awwampun melanjutkan bicaranya,
"Bapak tidak akan bisa menjawab kan? Karena pada waktu itu Bapak sedang mengkonsep isi ceramah Bapak. Dan ketika Judy di baptis Bapak sedang di belakang mimbar sambil disorot kamera televisi untuk acara sahur bersama".
Selesai berucap demikian Awwam pergi meninggalkan lokasi berbuka tersebut tanpa ada seoarang-pun yang berani mencegahnya..

Awwam...Awwam...!