Banner Iklan Iskaruji
Beranda » » Kisah Cinta Embun Pagi dan Sang Pencipta

Kisah Cinta Embun Pagi dan Sang Pencipta

Ditulis oleh Iskaruji dot com pada hari Senin, 26 Desember 2011 | 20:07
Iklan Iskaruji
Kisah Cinta Embun Pagi dan Sang Pencipta ---Aku masik duduk termenung diatas batu itu dengan syal tebal mengapit leherku. Secangkir kopi pahit yang kutuangkan langsung dari perapian di belakang tenda kami sepertinya belum mampu menetralkan rasa dinginnya di puncak Gunung Dempo itu. Seluas mata memandang hanyalah hamparan hijau bumi berkabut awan. Sungguh suatu mahakarya Sang Pencipta untuk makhluk-Nya.

"Kenapa ngelamun Bro?" sergah Aryo, teman satu tim ekspedisi pendakian Dempo sembari menepuk bahuku, yang juga ikutan duduk disampingku dan memandang jauh kedepan menikmati hijaunya permadani alam.

"Aku gak ngelamun Yo'. Aku hanya menikmati setiap tetasan embun pagi manakala matahari mulai naik. Merasakan sejuknya saat ia menempel dipipiku. Melihat dengan kasat mata ketika aku meniup. Aku merasakan ada cinta yang begitu besar yang Sang Pencipta pancarkan dari kehadiran embun pagi ini. Akan selalu ada dan bisa kunikmati walau setelah itu ia akan hilang dan meleleh oleh teriknya matahari. Dan seperti hari kemarin, walaupun embun itu hilang tanpa bekas di dedaunan, tapi ia hadir kembali dan bisa aku nikmati lagi seperti sekarang ini"

Aryo hanya mengangguk tanda tak paham maksudku...
Tulisan diatas terinspirasi dari kegiatan Mapala kampus belasan tahun silam. Setiap ekspedisi maka hal yang diprioritaskan adalah bagaimana mengantisifasi dinginnya suhu sekeliling, termasuk embun pagi yang bisa saja membuat pakaian menjadi basah. Namun dari kisah embun pagi itu ternyata berimplikasi kepada cara saya memandang sesuatu sebagai nikmat sang pencipta.

Menjalani dan menikmati sang waktu
Hal yang paling mengecewakan adalah manakala aku tidak bisa menjalani sesuatu dengan tidak maksimal. Tidak bisa menikmati waktu yang terus berjalan saat kita sedang melakukan suatu hal. Wajar jika ada yang bertanya tentang apa yang aku telah capai pada tahun 2011, maka aku akan menjawab, "Aku telah berhasil melewatinya dengan baik". Karena aku yakin, tanpa menjalani dan melewati waktu dengan baik, pastinya kita tidak akan sampai ke waktu berikutnya. Lalu apa harapan saya di tahun 2012 mendatang?

Cita-cita merupakan pondasi yang mendasari setiap langkah hidup yang kita jalani. Kekuatan cita-cita setara "niat" saat kita melakukan sesuatu. Namun bukan cita-cita itu yang menjadi tujuan utama untuk dicapai, melainkan proses yang harus dijalani untuk mencapai cita-cita tersebut. Maka wajarlah jika ditahun 2012 mendatang aku hanya ingin kuat dan maksimal dalam menjalani sang waktu. Menjalani proses yang harus aku lalui dengan baik dan sepenuhnya agar cita-citaku bisa tercapai.

Menikmati embun pagi adalah cita-citaku yang tiada akhir. Ia akan selalu ada disetiap pagi yang tanpa dibasahi guyuran hujan. Hal yang paling merugikan adalah saat di hari kemarin aku tidak sempat terbangun pagi untuk menikmatinya. Dan di pagi ini sang hujan datang melanda. Maka satu yang selalu kupanjatkan kepada Sang Pencipta, semoga dengan kasih-Nya aku bisa selalu terbangun pagi agar bisa menikmati cinta yang terpancar di Embun pagi-Nya. Pun jika pagi ini disertai hujan, setidaknya aku telah mampu bangun untuk melewati prosesnya. Menikmati embun pagi adalah cita-citaku, dan selalu mampu terbangun pagi adalah harapanku di tahun 2012 mendatang.
Buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan
Kisah Cinta Embun Pagi dan Sang PenciptaAdalah sebuah buku yang ditulis oleh Diana Wardani, seorang blogger yang sudah kita kenal dengan nama mayanya "Windflowers", admin dari sebuah blog MyWorldWords. Personally, saya ingin sekali memiliki buku ini. Dan setidaknya ada dua hal yang mendasari mengapa keinginan menggebu-gebu bak letupan lava di kawah Gunung Merapi ini muncul dihati saya:
  • Spirit of Hope Virus
Saya yakin, perjuangan dan proses yang dilalui oleh Mbak Diana Wardani untuk menghasilkan buku pertama ini bukanlah proses yang instan dan dilakukan bak sinetron stripping yang kejar tayang. Bukan juga didasari oleh pengharapan "S dicoret" (baca:$) dari setiap royalti yang dihasilkannya. Tapi buku ini dihasilkan dari rasa hobby dan penuh pengharapan agar semua orang bisa memilikinya. Dibaca orang manakala sudah terbaring di tempat tidur setelah melepas lelah disiangnya. Serta menjadi salah satu pengisi di setiap rak buku. Aku menangkap ada semangat dan harapan yang besar dari buku pertama ini yang pastinya akan menjadi salah satu list moment terindah dalam hidup pengarangnya. Aku ingin ikut menikmati semangat ini. Aku ini juga merasakan pengharapan yang besar yang terpancar dari Buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan ini. Aku ingin terjangkiti virus "Spirit of Hope" setelah memiliki buku ini.
  • Power and Pure of Writing
Saat Archimedes berteriak "eureka ...eureka ...eureka" maka cap gila-pun menghampiri dirinya. Saat semua yang ia ucapkan dianggap bualan tanpa kenyataan. Tapi ketika "eureka" dibuat konsep yang tepat dalam bentuk tulisan, saat itu juga ia berguna dan menjadi dasar ilmu pengetahuan dalam bidang kalkulasi massa. Semua orang mampu menjerit, berteriak-teriak, menyampaikan aspirasi lewat pengeras suara dengan suara yang lantang. Tapi jika semua suara itu dituangkan dalam bentuk tulisan, mungkin ceritanya jadi lain. Nah, didalam Buku Kisah Cinta Embun Pagi dan Tuhan ini berisi semua kata yang keluar dari hati sebelum menjadi suara. Berisi kalimat-kalimat yang terangkai dalam bentuk tulisan puisi hasil peramuan apa yang dilihat mata, diolah oleh otak dan dirasakan dengan hati. Sobat bisa membayangkan, betapa beruntungnya orang yang membaca hasil penemuan Archimedes seandainya saja ia tidak keburu berteriak "eureka" yang membuat semua orang tahu karena teriakannya. Bagaimana dengan isi buku ini? Saya ingin merasakan kekuatan dan kemurnian tulisan hati dari seorang Blogger Diana Wardani sebelum buku ini menjadi "tidak perawan" karena telah di bedah duluan di forum-forum.

Happy Blogging!


Informasi Buku
  • Buku bisa diperoleh di toko online nulisbuku.com
  • Selain via nulisbuku.com, buku juga bisa diperoleh dengan mengirim order via:
    • Inbox akun FB: Adriana ‘Windflowers’ Diana
    • Direct Message: @adrianawardani
    • Lewat email: novelty7278@yahoo.co.id
  • Harga Rp.35.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Give Away akhir tahun yang diselenggarakan oleh Blog MyWorldWords

**Masih seputar kontes dan giveAway. Baca juga artikel lainnya tentang Resolusi Juara 2012 dari Telkom Speedy.

Iklan Banner Iskaruji

15 comments

dee mengatakan...

wow..review yang apik, kisah cinta embun pagi dan Tuhan tentunya menjadi tetesan embun tersendiri untuk hati blogger Iskaruji.

Sukses untuk bukunya Mbak Diana Meworldwords.

Iskaruji dot com mengatakan...

@dee
Ikut aja Dee..kali aja dapet buku pertamanya Mbak Diana...thanks

Wisata Murah mengatakan...

hehe sobat seorang penulis yang baik. ane sangat menikmati sinopsis yang membius disetiap tanda bacanya.
ane penggila buku juga. dan membaca artikel ini jadi pingin memiliki untuk di baca waktu senggang sore hari sambil nyeruput kopi , hehehe lagi berandai

thanks sob info menariknya
sukses selalu untuk sobat salam happy blogging

naspard mengatakan...

ahha, wew eh tetapi tuh waktu si aryo bilang keknya gak ada jedanya :D

BlogS of Hariyanto mengatakan...

embun senantiasa menyejukkan diri saat menyambut semangat kehidupan setiap mentari pagi terbit menyambut hari yang baru :-)
semoga apa yang menjadi harapan dikabulkan ALLAH SANG KHALIQ,
dan selamat berkontes ria...salam sukses selalu sobat :-)

Abi Sabila Juga mengatakan...

Saya belum mulai menulis sehurufpun untuk kontes ini. Semoga bisa ikutan.

Semoga sukses sobat.....

Iskaruji dot com mengatakan...

@Wisata Murah
Buku baru nich Sob...hehe..thanks

@naspard
iya Sob..thanks

@BlogS of Hariyanto
Amin Sob..semoga kita selalu bisa menikmati embun pagi itu...thanks

@Abi Sabila Juga
Ayo Sob...di cari moodnya...thanks

Lalu Abdul Aziz Mhd mengatakan...

Dari alam, kita memang bisa mengambil banyak pelajaran dan hikmah yang sangat berguna dalam hidup. Sebagai manusia yang lahir di sebuah desa yang hijau dan subur, saya sangat bersyukur karena telah banyak belajar dari alam. Enjoy blogging...he he

Asis Sugianto mengatakan...

sepertinya buku kisah embun pagi ini sangat menarik untuk dibaca yach sob...

Raihan Mar'ie Ramadhan mengatakan...

Met pagi sobat.
Saya malah jungkir jumpalit ingin memilikinya,harga segitu tak sebanding untuk karya besarnya.Namun masalahnya bisa sampaikah pesanan saya ke alamat disini?Ini serius,saya pingin sekali.
MAkasih infonya,happy blogging.

Iskaruji dot com mengatakan...

@Lalu Abdul Aziz Mhd
Alammemang bisa menjadi tempat belajar terbaik buat kehidupan Sob...thanks

@Ashtho
Yupz...ikut giveaway-nya aja Sob...thanks

@Raihan Mar'ie Ramadhan
kalo nyampe itu udah pasti Sob...tapi ya itu, selalin biaya pengiriman yang tinggi banget, waktu nyampenyapun lumayan lama...Thanks

Rama88 mengatakan...

judul dan review buku nya sangat bagus sob,, harganya juga terjangkau kantong ,, hehhe,, :D mau cek ke TKP dulu ahh bukunya, mungkin lebih asik kalo beli trus baca,, :D

cardiacku mengatakan...

Jadi tertarik untuk membaca bukunya nih..
Oh ya sob ada award buat sobat.Bila berkenan silakan diambil ya sobat di sini
http://cardiacku.blogspot.com/2011/12/award-akhir-tahun.html

windflowers mengatakan...

thanks banget ya mas..udah mo ikutan acara give awayku..
aku udah catet sebagai peserta.. :)

met tahun baru 2012 ya..semoga semua harapan bisa diraih pada tahun ini..amin :)

Iskaruji dot com mengatakan...

@windflowers
sama2 Mbak...moga sukses juga bukunya..hehe. Happy blogging!