PASANG IKLAN | ARTIKEL CINTA | DOWNLOAD MOZILLA TERBARU | ZODIAK HARI INI | JADWAL BOLA TV
Google
San Diego Hills Karawang
Bisnis Online
Bisnis Online

Jangan Berputus Asa Dengan Ampunan Allah

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Sabtu, 27 Agustus 2011 | Sabtu, Agustus 27, 2011
Jangan Berputus Asa Dengan Ampunan Allah | Awwam's Journeys ---Dalam kurun waktu tiga tahunan Awwam berada di jalanan, setidaknya ada beberapa nama yang sekarang sudah bisa menyantuni ummat lainnya baik secara spiritual maupun material karena terbuka mata hatinya setelah melihat dan bergaul dengan Awwam yang penuh masalah. Salah satunya adalah Binsar yang sekarang sudah jadi Tauke Kopi, atau sejenis pengepul hasil perkebunan kopi untuk di jual lagi di kota. Siapa sangka jika sosok Binsar yang di nilai oleh sekitarnya sebagai dermawan, baik dan ramah ini termasuk "Mapendos" ulung ketika masih "aktif" di sebuah terminal di daerah Jakarta Timur.

Seperti biasa setiap selesai shubuh, Awwam dan beberapa rekan lainnya termasuk Binsar mulai beraktifitas. Walaupun pada kenyataannya yang shalat cuma Awwam sendiri, tapi yang lainnya ikut bangun karena rejekinya pada waktu itu memang harus diambil saat shubuh. Pekerjaannya tidak lain adalah calo angkutan sayur di pasar induk. Pekerjaan ini jadi tidak baik karena memang dilarang oleh petugas setempat untuk mengurangi premanisme dan pungutan liar. Akhirnya, hanya waktu shubuh-lah pekerjaan ini bisa dilakukan saat para petugas masih ngorok dirumahnya masing-masing.

Suatu ketika nasib sial menimpa kelompok Awwam. Akibat suatu razia, mereka semua ditangkap dan terancam "deportasi" ke kampung halamannya masing-masing. Hal ini juga yang akhirnya menjadi ide bagus bagi Awwam untuk membuat rekan-rekannya jera dan pulang kampung karena mereka lebih dibutuhkan disana. Saat itulah Awwam tahu kalo Binsar ini ternyata hanya sebatang kara hidup dimuka bumi ini. Sejak kecil ia sudah ditinggalkan orang tuanya dijalan dan satu-satunya pengenal adalah identitas panti yang saat dikunjungi sudah berubah menjadi carefour. Apa boleh buat akhirnya Awwam menawarkan untuk mengajaknya pulang ke Kampung Awwam di Sumatera dan pekerjaannya adalah menjadi tukang kebun. Sayangnya tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Binsar.

Hampir satu tahun Awwam berpisah dengan Binsar hingga suatu ketika dapat info dari teman kalo Binsar terkapar dirumah sakit karena overdosis. Diketahui juga saat pengakuan Binsar dirumah sakit bahwa selama setahun perpisahannya dengan Awwam, banyak sekali pekerjaan haram yang telah dia lakukan. Dari pengedar obat terlarang hingga traffiking yang kesemuanya tidak dilakukan saat bergaul dengan Awwam. Bukan karena Awwam melarang, tapi karena Awwam tidak melakukannya sekaligus tidak melarang teman-temannya untuk melakukan perbuatan itu.

Akhirnya Awwam-pun menawarkan kembali kepada Binsar untuk pulang ke kampung halaman Awwam saja.
"Saya bukannya tidak mau Wam, tapi apakah pantas saya tinggal di tempat Om mu jika keadaan saya begini. Bukankah kamu pernah bilang jika Om-mu itu adalah pemuka agama setempat. Nah saya, jangankan shalat, agama saya-pun cuma seperti apa yang tertulis di KTP saja tanpa tahu maknanya" Terang Binsar.
"ehm..memang sulit sepertinya. Karena saya sendiri tidak diterima oleh Om-ku. karena kami memang berbeda pandangan. Tapi satu yang pastinya sama adalah tentang ampunan Allah yang tanpa batas bagi orang yang memohon ampun" Terang Awwam.
Dalam rasa lemasnya Binsar masih sempat bercanda,
"Hehe..Om lo aja gak bakalan nerima gue apalagi Allah?"
"Ah lo keliru Sob, kalo memang memang Allah gak ngasih lo kesempatan, mana mungkin lo masih bisa bernafas dan ngobrol sama gue sekarang?"
Terang Awwam dengan nada agak keras.

Mendengar hal ini akhir Binsar setuju untuk pulang ke kampung halaman Awwam dengan berbekal surat dari Awwam untuk Om-nya. Isi suratnya tidak lain adalah agar Om-nya menunjukkan jalan menuju Allah kepada Binsar.

Lama Awwam tidak mendengar kabar dari awwam hingga suatu sore ada telepon dari Binsar untuk minta maaf karena tidak bermaksud ngelunjak dengan menjadikan sepupu Awwam sebagai istri. Tapi niatan itu dilakukan karena permintaan Om Awwam. Binsar juga menceritakan bahwa Om Awwam bukannya tidak mau menerima Awwam. Melainkan justru menganjurkan Awwam untuk berdakwah diluar yang memang tidak mampu Om Awwam lakukan. Makanya, dengan kedatangan Binsar ke kampung dengan membawa surat Awwam, membuat Omnya sujud syukur laksana menerima paket syurga karena telah mendidik Awwam sejak kecil dan melihat hasilnya dengan kemunculan Binsar. Awwam hanya bisa meneteskan air mata mendengar pengakuan Binsar, walaupun ujung dari pembicaraan itu tetap saja,
"Parah lo..sepupu gue lo embat juga...!"
Sabtu, Agustus 27, 2011 | 0 comments

Ketika Awwam Lebih Mendahulukan Dunia

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Rabu, 24 Agustus 2011 | Rabu, Agustus 24, 2011
Awwam's JourneysKetika Awwam Lebih Mendahulukan Dunia | Awwam's Journeys ---Suatu ketika Awwam sedikit menghabiskan waktu hidupnya dengan nyantri di sebuah pondok di wilayah Timur pulau Jawa. Suatu habitat yang tidak asing bagi Awwam. Karena sewaktu masih ibtidaiyah juga ia pernah merasakan tinggal berhimpit-himpitan dengan penghuni pondok lain dari berbagai daerah. Dan seingat Awwam, disini ia mendapakan ilmu yang sangat bermanfaat yang belum pernah ia dapatkan di tempat lain. Bahwasannya penyakit munafik lebih gampang terjangkit ketimbang penyakit musyrik. Bahkan virus penyakit ini mampu menyebar dengan begitu cepat tanpa disadari oleh orang yang terjangkiti. ini dirasakan sendiri oleh Awwam yang akhirnya terpaksa harus keluar dari pondok karena sudah dianggap "tamat" oleh Kyai pondok.

Seperti biasa setiap selesai shalat Isya' berjama'ah, Awwam dan para sahabat santri lainnya duduk-duduk di pelataran masjid sambil bercanda ria. Ngobrol tentang berbagai topik, dari yang membicarakan tentang agama hingga tentang percintaan. Maklum anak muda!. Sedangkan Awwam sendiri pastinya tidak akan lepas dengan gitar akustik lusuhnya itu.

Salah seorang sahabat Awwam menerawang matanya menatap ke langit-langit masjid sambil berucap,
"Aku terkadang bingung dengan kehidupan dunia ini. Seandainya semua manusia lebih menghabiskan waktunya untuk mempelajari agama dan beribadah kepada Allah mungkin kehidupan akan sedamai kita yang berada disini. Mengaji, bercengkerama, mendengarkan ceramah pak Kyai, yang kesemuanya itu bikin damai"
"Kalo gue lebih merasa tersesat atas keberadaan gue disini. Gue masih ingat terus dengan pacar yang harus gue tinggalin untuk mondok disini. Apa mungkin aku masih dapet pahala sementara aku masih saja ingat dunia sana yang amat sangat gue impikan"
Sambung sahabat Awwam yang lain.

Awwam menghentikan genjrengan gitarnya sesaat. Menghentikan genjrengan lagu "wild World" nya Mr.Big yang ia mainkan. Dan Awwam berkata sembari menanggapi ucapan kedua temannya,
"Terus terang, jika semasa hidup ini aku diberi pilihan, Akhirat atau dunia yang harus aku dahulukan, maka aku akan tegas dan istiqomah untuk menjawab, aku lebih memilih dunia duluan ketimbang akhirat"
Ucap Awwam dengan mantabnya.

Mendengar ucapan Awwam ini, para sahabat yang masih berbaring sontak langsung duduk dan mengarahkan pandangan aneh ke arah Awwam.
"Istighfar Wam! Dunia ini hanyalah sementara. Fana' dan akhirat itu kekal abadi. Istighfar!"
Nasehat para sahabat.

Awwam cuma nyengir sambil berkata,
"Lo semua yang harusnya pada istighfar kalo lo mendahulukan akhirat ketimbang dunia. Gak ada manusia yang berdoa, 'Rabbana Aatina fiil akhirati khasanah wafiddunya khasanah' kecuali seperti yang kalian inginkan barusan"
Gubraaaaakkkk! [Bocah Edan!]
"Hehe..emang enak..lo pikir ayat Allah itu untuk orang yang sudah meninggalkan dunia fana ini? Bisa lo shalat dan berbuat baik dalam kubur..hehe"
Bathin Awwam!
Rabu, Agustus 24, 2011 | 0 comments

Awwam Pernah Menyembah Berhala

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Rabu, 10 Agustus 2011 | Rabu, Agustus 10, 2011
Kisah AwwamAwwam Pernah Menyembah Berhala ---Hidup dimasa muda, apalagi jauh dari orang tua terkadang membuat Awwam kebablasan. Memiliki kebebasan dalam mengatur keuangan dan kebutuhan sendiri tanpa perlu di audit oleh orang tua secara langsung, sedikit banyaknya membuat Awwam selalu merasa jadi orang yang bebas dan sempurna.

Diawal-awal Awwam jauh dari orang tua, mencoba menggapai masa depan dengan kuliah di kota [yang katanya] pelajar, Awwam pernah sangat berkeinginan untuk memiliki sebuah sepeda motor yang di idam-idamkannya, walaupun dia sendiri sudah memiliki sepeda motor. Awwam juga pernah melakukan segala cara agar impiannya itu bisa terwujud. Karena memang masih sekolah dan tidak memiliki pekerjaan, maka tidak ada cara lain kecuali membuat proposal fiktif kepada orang tua tentang kebutuhannya.

Orang tua Awwam yang memang menanamkan niat dan harapan yang besar kepada putra sulungnya ini, walaupun hanya seorang supir angkot, berusaha dengan keras agar bisa memenuhi permintaan Awwam. Apalagi kebutuhan tersebut adalah kebutuhan kuliah Awwam yang bersifat pokok pastinya. Walau dengan terseok-seok, bahkan hingga menggadaikan BPKB angkotnya, orang tua Awwam berhasil mencukupi keinginan Awwam untuk memiliki sepeda motor baru yang tidak diketahui oleh orang tuanya.

Awwam sendiri setelah menerima dana ini merasa seperti orang paling beruntung di dunia. Setelah menjual sepeda motor lamanya, Awwam membeli sepeda motor barunya. Walau duitnya masih kurang pada waktu itu, ia masih sempat pinjam sama temennya Janine untuk mencukupinya.

Belum genap sebulan Awwam narsist dengan sepeda motor barunya, Awwam mendapat telp dari adiknya bahwa orang tuanya sakit keras dan sedang di opname di rumah sakit. Belum lagi angsuran gadai BPKB kendaraan bulan ini tidak jadi diangsur karena untuk pengobatan. Mendengar khabar demikian Awwam langsung pulang hari itu juga ke kampungnya di Sumatera.

Melihat keadaan orang tua yang terbaring lemas di rumah sakit sangat kontras sekali dengan bayangan Awwam sebelumnya tentang sosok orang tua "Mr. Disipline" selama ini. Awwam menjadi terenyuh. Ia ingat tentang kebohongannya kepada orang tua yang dia lakukan saat ingin memiliki sepeda motor. Dan mungkin karena naluri orang tua yang begitu tajam terhadap anaknya, orang tua Awwam-pun bertanya kepada Awwam dalam lemah sakitnya,
"Sepertinya ada yang ingin kamu sampaikan kepada Bapak. Jika iya, maka sampaikanlah selagi bisa agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari"
Mendengar perkataan demikian, Awwam-pun menangis tersedu-sedu sambil menceritakan kepada orang tuanya tentang kebohongan yang telah ia lakukan karena ingin memiliki sepeda motor. Awwam meminta maaf berulang-ulang kepada orang tuanya sambil menangis.

Orang tua Awwam terdiam sesaat sambil matanya menerawang ke langit-langit kamar rumah sakit. Kemudian dia berkata setelah tarikan nafas panjang,
"Awwam, sesungguhnya perbedaan antara yang kita inginkan dan yang kita butuhkan itu tipis sekali. Jika itu suatu kebutuhan maka wajib bagi kita untuk memenuhinya. Tapi jika itu suatu keinginan maka hawa nafsu-lah yang membentuknya. Dan yang kamu lakukan itu tidak lebih baik dari penyembah Latta dan Uzza. Jadi Bapak minta maaf karena telah menyebabkanmu menjadi penyembah berhala. Sedangkan dirimu, hanya Allah-lah tempat memohon ampunan"
Awwan terduduk dan lemas sejadi-jadinya. Ucapan yang belum pernah di dengar Awwam selama 12 tahun sekolah agama sebelumnya. Tapi dia mendengar ucapan itu dari seorang Bapak, seorang sopir angkot kolot yang gak tamat SD. Awwam syok dan mencoba berpikir tenang.

Setelah dua hari kepulangan Awwam, bapaknya diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah semakin membaik, hanya perlu sedikit pemulihan. Dan disaat membereskan perlengkapan, Awwam sempat membuka dompet Bapaknya. Awwam kaget dan kembali menangis menyesali perbuatannya. Di dalam dompet Bapaknya Awwam menemukan sepucuk surat dari Om-nya di Yogya yang isinya menasehati Bapak agar tidak memanjakan anak dengan membelikan sepeda motor baru. Dan tanggal surat tersebut bertepatan dengan tanggal bapaknya masuk rumah sakit.

Tragis, ternyata Orang tua Awwam mengalami sakit keras setelah mengetahui anak kesayangannya membohonginya secara mentah-mentah.

Baca juga kisah Awwam' Journeys lainnya:
Ketika Awwam Membubarkan Penikmat Miras
Rabu, Agustus 10, 2011 | 0 comments

Ketika Awwam Menampar Pendakwa itu

Ketika Awwam Menampar Pendakwa itu | Awwam's Journeys ---Kalo pada bulan puasa, hal paling yang menyenangkan bagi Awwam adalah banyak makan gratis yang bisa didapatkan. Selain itu lingkungan tempat tinggalnya jadi bersih dan gak terlihat kusam dengan kumpulan waria dan wanita "penjaja dagangannya". Maklum kegiatan bisnis ini ditutup sementara oleh Pol PP saat bulan puasa.

Seperti biasa sambil menunggu berbuka puasa Awwam selingi dengan bercengkerama dengan anak-anak kecil disepanjang rel kereta itu sembari mendentingkan permainan kentrungnya. [semacam gitar kecil bersenanr 3] Dan salah satu anak yang agak dekat dengan Awwam adalah si Judy yang berumur sekitar 6 tahunan. Dimata awwam Judy termasuk anak yang taat dan patuh. Sayang Awwam kalah cepat dengan si Mami yang pada waktu itu seorang Missionaris sekaligus orang yang mengurus anak-anak jalanan disini, memperkenalkan kepada Judy tentang tuhan. Apa boleh buat, Judy lebih suka menyebut tuhan Bapak ketimbang menyebut nama Allah SWT.

Sedang asyiknya gitaran dengan Judy, tiba-tiba si Mami menepuk bahu Awwam dan berkata,
"Wam, tuh mobil rombongan ustadz dah dateng, bantuin sana..!"
Awwam dan Judy-pun bergegas ke arah mobil yang dimaksud yang berenti dipinggir rel sambil mengangkat makanan dan minuman untuk berbuka puasa bagi anak-anak jalanan yang sering mangkal di salah satu stasiun kereta api Yogyakarta tersebut.

Singkat cerita azan-pun terdengar,
"Allahu Akbar, Allauhu Akbar.."
Namanya anak jalanan, gak perduli agamanya apa asal ada makanan maka pasti ikut-ikutan. Seperti Judy yang ikut-ikutan berbuka walaupun tidak puasa. Awwam-pun ikut berbuka bersama para pendakwah itu yang juga sekaligus sebagai dermawan untuk makanan berbuka ini. Siapa menyangka jika tragedi itu dimulai saat berbuka ini.

Jika orang lain akan berdoa,
"Allahumma laka sumtu wabika aamantu dan seterusnya..."
saat akan berbuka tapi tidak bagi Judy. Ia dengan santainya berdo'a,
"Terima kasih tuhan Bapa yang telah menganugerahkan makanan ini untuk saya..."
Karena posisi Judy yang berdekatan dengan sang pendakwah, maka ucapan itu terdengar jelas ditelinganya. Entah disengaja atau tidak, teguran sang pendakwah kepada Judy yang diiringgi dengan suara yang agak keras layaknya orang memaki,
"Laknatullah kamu..Kenapa kamu berkata demikian? Siapa yang mengajarkan kamu seperti ini..hah?"
Mungkin karena agak marah karena nafsu berbukanya menurun, bentakan ini disertai juga dengan jeweran mendidik ke telinga Judy. Sayangnya Awwam melihatnya dengan rasa yang berbeda. Dengan refleks Awwam menampar muka pendakwa itu,
Plaaakkk!!..
yang dilanjutkan dengan cekikan kearah leher sang pendakwa yang dihiasi baju koko itu.

Dengan mata berkaca-kaca menahan amarah yang amat sangat, Awwam berkata lantang kepada sang pendakwah itu tanpa melepaskan cekikannya,
"Setelah ini Bapak boleh bawa saya kekantor polisi karena perbuatan saya, asal Bapak bisa menjawab pertanyaan saya, Dimana dan apa yang sedang Bapak lakukan saat Judy di baptis?"
Suasana yang gaduh jadih hening sesaat. Terlihat juga kegelisahan mami yang merasa tidak enak atas kejadian ini. Awwampun melanjutkan bicaranya,
"Bapak tidak akan bisa menjawab kan? Karena pada waktu itu Bapak sedang mengkonsep isi ceramah Bapak. Dan ketika Judy di baptis Bapak sedang di belakang mimbar sambil disorot kamera televisi untuk acara sahur bersama".
Selesai berucap demikian Awwam pergi meninggalkan lokasi berbuka tersebut tanpa ada seoarang-pun yang berani mencegahnya..

Awwam...Awwam...!
Rabu, Agustus 10, 2011 | 0 comments

Ketika Awwam Membubarkan Penikmat Miras

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Selasa, 09 Agustus 2011 | Selasa, Agustus 09, 2011
kisah awwamKetika Awwam Membubarkan Penikmat Miras ---Once upon a time in somewhere..Awwam menghidupi dirinya jadi tukang jaga malam atau tukang ronda. Namanya tukang jaga malam maka pergaulannya gak jauh-jauh dari anak-anak yang sering begadang dan gak jelas. Kegiatan mereka-pun pasti dibarengi dengan minuman keras setiap kali mereka nongkrong. Sialnya, anak-anak tongkrongan ini merupakan anak-anak komplek tempat si Awwam jaga malam. Secara struktural, Awwam adalah kacung mereka. Karena pekerjaan Awwam adalah menjada rumah orang tua anak-anak kaya tersebut.

Nurani si Awwam sepertinya kurang menyambut baik cara-cara yang dilakukan oleh anak-anak ini. Kebiasaan mereka setelah mabuk dengan melempar dan memecahkan botol minuman ke aspal sangat tidak disukai Awwam. Belum lagi ada kontradiksi dihati Awwam tentang istilah "Khamr" yang diharamkan itu. Singkat cerita Awwam-pun bergabung dengan anak-anak ini dan ikut minum. Satu malam, dua malam Awwam terus minum bersama anak -anak ini. Tapi Awwam sama sekali tidak menunjukkan dampak buruk dari miras ini walaupun sebagian anak yang lain kebanyakan sudah tidak sanggup lagi. Bahkan Awwam pernah membawa 2 botol penuh miras lokal yang belum dibuka karena peminumnya sudah teler duluan.

Malam ketiga ketika Awwam diajak anak-anak ini untuk minum bersama mereka lagi, dengan lemah lembut Awwam berkata,
"Maaf ya Sobat, bukannya Abang gak mau minum. Terus terang dua malam kemaren Abang cuma menghormati kalian aja dengan ikut minum-minuman oplosan seperti itu. Bagi abang itu gak ada efeknya sama sekali. Jadi Abang ikut ngemil kacangnya aja ya..?"
Namanya anak orang kaya, mendengar ucapan Awwam seperti itu, salah satu dari mereka berkata,
"Oh santai Bang. Kalo begitu saya beli dulu ya..."
Belum sempat Awwan bicara motor Kawasaki Ninja Anak itu sudah mengaum tancap gas mencari minuman yang Awwam maksud.

Selang beberapa waktu anak itu kembali dengan sebotol miras red label yang Awwam taksir pada jaman itu sekitar 400 ribuan jika beli resmi. Terlihat dari cukainya yang masih menempel di tutup botol. Awwampun berkata,
"Nah kalo yang beginian Abang bisa betah jaga malam. Komplek ini pasti aman banget...hehe"
Malam itu dilalui Awwam dengan puas sembari mengenang minuman serupa dimasa lalu Awwam saat ikut Om-nya ke Singapore tuk nyelundupin rokok.

Malam-malam berikutnya ada keanehan yang Awwam lihat ditempat tongkrongan anak-anak komplek tersebut. Hampir satu minggu Awwam tidak melihat mereka pesta miras lagi. Hingga pada suatu waktu Awwam bertemu salah satu dari mereka da bertanya,
"Kok gak ngumpul lagi Mas..hehe. Komplek jadi sepi tuch gak ada kalian..?"
Anak tersebut menjawab,
"Maaf Bang, kita sekarang dah jarang ngumpul. pun Kalo ngumpul biasanya gak di komplek. Paling juga di tempat temen lainnya.." Lho kenapa? Sahut Awwam." Kami gak enak sama Abang. Kalo Abang nimbrung trus kami harus beli minuman Abang, bisa-bisa uang jajan kami sebulan habis dalam seminggu. Kalo kami minum oplosan seperti biasa kami gak enak sama Abang".
Mendengar ucapan polos seperti itu, Awwam dengan bijaknya merangkul bahu anak itu yang notabene lebih tinggi tubuhnya dari Awwam sambil berkata,
"Abang sih bukannya gak mau. Tapi coba pikir, kitakan melakukan sesuatu itu harus ada efeknya. Kalo oplosan lokal gitu abang gak ngefek. Pun ada efeknya bagi kalian, masak efeknya teler. lalu nikmatnya dimana?"
Anak tersebut mengangguk-angguk sambil berkata lagi,
"Tapi bener lo Bang, kami minta maaf gak bisa kumpul lagi.." Oh gak apa-apa. Abang ngerti kok.." timpal Awwam.
Setelah kejadian itu, Awwam berdoa di dalam hati,
"Terima kasih Ya Allah, Kau telah menjauhkan mereka dari tempatku mencari nafkah. Dan semoga Engkau membukakan hati mereka untuk menjauhi larangan-Mu".
Loh kok Awwam tidak mendoakan dirinya sendiri agar tidak suka minum-minuman mahal seperti itu? Mungkin karena itulah Allah tidak pernah memberi peluang Awwam memiliki uang yang lebih yang membuat Awwam bisa membeli minuman mahal tersebut..Awwam...Awwam...
Selasa, Agustus 09, 2011 | 0 comments

Doa dan Zikir Andalan Seorang Awwam

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Sabtu, 06 Agustus 2011 | Sabtu, Agustus 06, 2011
Awwam's JourneysDoa dan Zikir Andalan Seorang Awwam | Awwam's Journeys ---Seperti biasa, dimanapun dan dalam keadaan apapun Awwan sebisa mungkin tidak meninggalkan shalat. Rupanya hal ini sedikit banyaknya menarik perhatian teman-temannya sesama anak jalanan ataupun para pengurus mushalla stasiun tempat Awwam tidur.

Gaya shalatnyapun agak berbeda dari orang kebanyakan. Jika orang kebanyakan bisa memakan waktu yang lebih lama lengkap dengan dzikir dan do'anya, maka Awwam lebih seperti shalat kilat dan dengan dzikir serta do'a yang kilat juga. Dan pada salah satu kesempatan, Pak Makmun, petugas PJKA sekaligus pengurus Mushalla stasiun bertanya kepada Awwam;
"Wam, mengapa shalatmu seperti sholat orang yang lagi dikejar sesuatu, cepet banget?
Tanya Pak Makmun.
"ehm..gimana ya Pak, saya cuma ngerjain wajibnya aja dari rukun shalat itu. Makanya lebih cepat dari biasanya"
Jawab Awwam. Kemudian Pak Makmun bertanya lagi,
"Emang bisa khusyuk kalo shalatnya begitu?"
Awwan menjawab sekenanya,
"hehe...saya malah gak jadi khusyuk kalo lama-lama shalatnya Pak. Gatel ini itulah, teringat ini itulah..pokoknya susah banget Pak khusyuknya"
Pak Makmun cuma bisa mengangguk-angguk sambil mengernyitkan dahinya tanpa berkata-kata.

Awwam mengambil tas pinggangnya disudut ruangan Mushalla dan bergegas keluar. Saat Awwam sedang mengikat tali sepatu basket kesayangannya, Pak Makmun rupanya belum puas bertanya kepada Awwan. Sambil menepuk bahu Awwam, Pak makmun bertanya lalu,
"Lalu bagaimana dzikir dan doamu selepas shalat. Itu juga kok cepet banget?"
Jauh di hati Awwam, ingin sekali rasanya bertanya kepada Pak Makmun kenapa dia menanyakan hal ini. Tapi dia ingat omongan ustadz-nya dulu, salah satu ciri orang yang gampang mendapat hikmah adalah sering bertanya bukan sering menilai.

Maka Awwam-pun menjawab pertanyaan Pak Makmun.
"Dzikir saya itu pendek dan gampang sekali Pak. Hanya memohon ampun kepada Allah agar do'a saya untuk bisa baik didunia dan akhirat bisa tercapai. Jadi dzikir saya cuma ASTAGHFIRULLAH dan do'a saya cuma RABBANA AATINA"
Selesai berucap demikian Awwam pergi meninggalkan Pak Makmun yang masih garuk-garuk kepala dengan jawaban salam yang terlambat...

ehm..Pantesan cepet shalat sama do'anya!
Sabtu, Agustus 06, 2011 | 0 comments

Rejeki Nomplok Dari Dermawan Riya

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Rabu, 03 Agustus 2011 | Rabu, Agustus 03, 2011
Awwam's Journeys ---Suatu ketika Awwam bertandang ke rumah salah satu sahabatnya diluar kota. Lebih tepatnya salah satu anak pejabat di daerah tersebut. Kebetulan saat itu bertepatan dengan musim pemilihan pejabat, dimana salah satu kontestannya adalah bapaknya sahabat Awwam.

Awwam berada di daerah tersebut sekitar semingguan. Banyak hal yang bisa Awwam pelajari dari disitu. Hasil pertaniannya cukup bagus terutama hasil padi. Kiri kanan rumah warga kebanyakan adalah sawah, walaupun rumah-rumah tampak mewah dan gedongan. Dari sekian banyak hal yang Awwam lihat dan menarik perhatian, ada satu yang mengusik hati Awwam, yaitu sosok bapak sahabatnya yang menurut Awwam merupakan korban situasi.

Menurut para tokoh masyarakat disitu, bapak sahabatnya ini termasuk salah satu tokoh yang disegani karena keberaniannya, dermawan karena kayanya, ganteng karena dia memiliki dua orang istri yang tinggal dalam satu rumah. Dan sahabat Awwam ini adalah anak dari istri tertua. Tidak hanya itu, selama Awwam berada disitu, beliau ini bisa digolongkan "hafidz" karena mampu mengingat ayat-ayat Allah dalam setiap kejadian yang terjadi setiap harinya. Apa yang ia lihat maka ia bisa menjelaskan ayat mana yang menerangkan apa yang ia lihat tersebut tanpa membolak-balik "mu'jam".

Pada saat itu bapak sahabatnya ini ditunjuk oleh sebagian warga untuk memimpin daerah tersebut. Dan yang namanya suksesi di republik ini, maka tidak akan jauh dari yang namanya cari muka dan riya'. Bagi-bagi janji dan mungkin juga bagi-bagi duit. Dan benar juga dugaan Awwam, bapak sahabatnya ini juga melakukan hal yang sama.

Dalam satu kesempatan duduk-duduk setelah Isya' di mushalla pribadinya, datanglah seorang ajudan yang membawa tas penuh berisi uang. Mungkin jumlahnya tidak sampai em-eman, tapi karena pecahannya 20 ribuan, maka akan sangat terlihat banyak. Awwam memberanikan diri bertanya,
"Banyak Pak, uang buat apa ya, kok pecahannya cuma 20 ribuan?" Tanya Awwam.
"Ini belum seberapa Wam. Untuk suksesi ini mungkin aku akan menghabiskan 100 kali lipat lagi dari jumlah ini. Dan uang ini hanya untuk para simpatisan sekedar uang bensin dan rokok" Terang bapak sahabatnya ini.
Karena Bapak ini termasuk orang yang ahli 'ibadah dan mu'allim, Awwam mencoba bertanya dengan pendekatan sunnah,
"Berarti itu shadaqoh, hibah atau apa ya Pak namanya? tanya Awwam.
Mendengar pertanyaan ini, Bapak sahabatnya ini agak ragu menjawabnya,
"ehm..ini sudah jadi tradisi Wam. Jadi agak susah jika disebut dengan shadaqoh atau hibah...."
"Riya' Pak!"
sambung Awwam tanpa menunggu bapak sahabatnya selesai bicara.
"Sebelum saya menanyakan ini, saya juga lagi mencari-cari istilah yang tepat menurut agama tentang hal ini. Dan saya yakin Bapak juga sepakat dengan istilah tersebut" Terang Awwam.
Dalam renungannya, Bapak sahabatnya tersebut bertanya,
"Lalu apa yang harus aku lakukan dengan suksesi ini Wam. Kalo daerah ini dipimpin oleh orang lain yang aku tahu bener bagaimana sisi buruknya, saya merasa berdosa?" bantahnya.
"Bukan suksesinya Pak, tapi untuk apa duit bapak yang akan dihabiskan untuk suksesi ini. Lagian yang memilih kita itu adalah ketentuan Allah. tinggal ikhtiarnya harus tepat dan tidak boleh meleset" Terang Awwam.
Bapak sahabatnya ini masih menimbang-nimbang dengan penuh keraguan ucapan Awwam. Amat sangat terlihat ada pergolakan bathin setelah mendengar ucapan Awwam. Dalam kebisuannya Awwam berkata,
"ehm..saya tadi ketemu salah satu warga yang akan menggiling padinya Pak. Masak katanya untuk menggiling padi harus keluar daerah yang jaraknya makan biaya. Padahal disini semuanya termasuk Bapak juga adalah petani?"
Mendengar ucapan Awwam tadi, secara serta merta ia berucap,
"Astaghfirullahal'adzim berulang-ulang sambil sujud syukur".
Sekitar satu bulan setelah kepulangan Awwam, dia mendapat khabar bahwa bapak sahabatnya ini terpilih menjadi pejabat di daerah tersebut. Dan yang bkin Awwam tertawa kecil adalah kutipan pidatonya saat kampanye,
"Sederek sekalian, saya tidak punya program apa-apa. Saya cuma punya uang satu tas ini yang rencananya akan saya bagikan ke setiap simpatisan saya. Tapi gak jadi. Mending saya bikin usaha baru penggilingan padi gratis untuk dikelola oleh siapapun yang terpilih nantinya. Sekian terima kasih"
Dan yang lebih bikin awam senang adalah diakhir surat ada beberapa digit nomor Wesel Post Instant yang Awwam sulap jadi "macan jepun"..

Ehm..yang terakhir namanya apa Wam [penulis]
Rabu, Agustus 03, 2011 | 0 comments

Membaca Alquran Online dan Terjemahan Indonesia

Diterbitkan oleh Iskaruji dot com pada hari Selasa, 02 Agustus 2011 | Selasa, Agustus 02, 2011


Alquran OnlineBagi sobat yang juga ingin memasang Alquran Online dan Terjemahannya dari Alquran Indonesia ini, silahkan menggunakan fungsi kode iframe sebagai berikut:
<iframe src="http://www.alquran-indonesia.com/web" frameborder="0" scrolling="no" height="200px" width="100%"></iframe>
Atur lebar dan tingginya sesuai dengan keinginan dan ukuran tampilan halaman post sobat. Akhirnya, teriring do'a untuk alquran-indonesia.com agar tetap eksis san aelalu dilimpahkan rejeki. Biar tidak kehabisan bandwidth dan selalu leluasa mengakses Alquran online-nya.
Selasa, Agustus 02, 2011 | 0 comments


DISCLAIMER:
ISKARUJI DOT COM IS NOT YOUR ATTORNEYS, AND THE INFORMATION PRESENTED HERE IS NOT LEGAL ADVICE. THIS BLOG PRESENTS SOME INFORMATIONS FOR INFORMATIONAL PURPOSES ONLY...
-

Artikel CintaBlog Yang Berisi Kumpulan Artikel Seputar Kehidupan Cinta dan Kepribadian Serta Keluarga. Banyak Artikel bermanfaat yang bisa kamu baca. Selengkapnya »»
Resep MasakanKumpulan Resep Masakan dan Makanan Berkabohidrat, Lauk Pauk, Sayuran, Pencuci Mulut, Kue dan Cemilan Sehat Lainnya. Selengkapnya »»
Download MozillaKhusus bagi kamu pengguna browser Mozilla Firefox. Berikut ini adalah link download mozilla firefox dan selalu update versi terakhirnya.Selengkapnya »»
Jadwal Bola TVPecinta bola pasti tidak ketinggalan jadwal pertandingan tim kesayangannya. Cari tahu jadwal tayang bola di TV Indonesia hari ini. Selengkapnya »»
Ramalan JodohMau tahu kecocokan kamu dengan pasangan? Coba cari tahu informasinya di ramalan jodoh dan kecocokan pasanganmu. Selengkapnya »»
zodiak hari iniPeruntungan dan cinta kamu bisa juga diketahui dari zodiak atau bintang kamu. Cari tahu ramalan zodiak atau horoskop kamu hari ini. Selengkapnya »»
Free Avira 2013FREE AVIRA 2013

Alquran Online

Banner Collagen

Banner Oris

Banner Bisnis Online