Saya juga sempat berpikir bahwa yang dimaksud artikel sampah itu adalah berupa artikel informasi yang telah kadaluarsa. Seperti postingan saya tentang Template Responsive Blogspot yang saya anggap "sampah" karena gak perlu pake template itu kalo hanya sekedar menginginkan responsive. Tinggal gunakan saja fitur Tampilan Dinamis Blogger yang linknya berjejeran diatas header blog ini. Semuanya sudah resposive...bereskan?. Ternyata ada pernyataan lain yang mungkin bisa dijadikan patokan tentang maksud "Artikel Sampah".

Diawal tahun 2012 ini, google mendapat kritikan dan protes keras dari para pengguna internet gara-gara dianggap telah mensponsori ratusan posting blog untuk mepromosikan Chrome. Google dituding telah mendorong dan membayar blogger untuk mereview Google Chrome demi memanipulasi peringkat di hasil pencarian Google. Hal semacam ini tentunya bertolak belakang dengan aturan google sendiri yang memang tidak pernah setuju dengan kampanye produknya lewat postingan blog secara massal.
Ternyata benar, google memang tidak melakukan itu. Yang bertanggung jawab atas kegiatan posting blog berbayar untuk mereview Google Chrome ini adalah pihak pengembang Essence Digital yang dipekerjakan oleh Google untuk mempromosikan Google Chrome. Lalu dimana makna artikel sampahnya?
Adalah pendapat Danny Sullivan, seorang pakar mesin pencarian dan juga yang membuka cerita curang ini di searchengineland.com pertama kali. Karena tulisan inilah akhirnya Google di kritik telah melanggar aturannya sendiri. Mungkin karena tulisannya Danny Sullivan yang didukung dengan nama besarnya sebagai Pakar Search Engine, akhirnya pihak google dan pengembang melakukan klarifikasi. Tidak hanya itu, google juga mem-banned Google Chrome dari ranking SERPs.
Satu kalimat, jika sobat malas membaca tulisan Danny Sullivan secara keseluruhan, yang mengatakan istilah "Artikel sampah";
That’s perhaps the bigger problem with this campaign, much more disturbing to me. Google’s paying to produce a lot of garbage, the same type of garbage that its Panda Update was designed to penalize.Di artikel telegraph.co.uk juga ditulis demikian;
Danny Sullivan, a search engine expert and writer at the Search Engine Land blog, described the content promoting Google Chrome as “garbage”.Yang terakhir, seperti dukutip oleh OkeZone adalah seperti ini kalimatnya;
Sementara itu, pakar mesin pencari dan penulis, Danny Sullivan menggambarkan konten yang mempromosikan Google tersebut sebagai 'sampah'. Menurutnya banyak postingan 'review' berisi teks yang identik dapat diterapkan untuk setiap web browser.Akhirnya kembali kepada kita semua yang kebetulan mampir dan membaca portingan ini, mungkinkah kontes SEO dan atau review berbayar sebagai cara untuk memproduksi artikel sampah? Setidaknya itu pengertian baru tentang artikel sampah versi Danny Sullivan.
Sumber bacaan:Happy Blogging!
Tulisan Danny Sullivan:
http://searchengineland.com/googles-jaw-dropping-sponsored-post-campaign-for-chrome-106348
Tulisan Telegraph:
http://www.telegraph.co.uk/technology/google/8990155/Google-criticised-over-spam-campaign-for-Chrome.html
Tulisan Okezone:
http://techno.okezone.com/read/2012/01/05/55/552313/google-dikritik-sebar-spam-chrome







21 comments
Heheh,rajinnya nieh kawan ngumpulin kardus bekas google dan blogger.
Makasih infonya sob,happy blogging.
hahaha nice gan :D
saya kira artikkel sampah tuh artikel copas
btw pakar search engine tugasnya ngapain y?
mantap....info yg keren nih sob,semoga pihak google bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik dan di cerna matang2
@Kamal Saeful
Mumpung lagi naek harga Sob..hehe
@Cirebon-Cyber4rt
Thanks...Sob
@district16
Mungkin sama kayak tugas kita sebagai blogger Sob,... saat nulis berita , maka kita laksana wartawan. Pas nulis SEO seolah pemilik search engine. Pas nulis tutorial blog seakan-akan pegawai blogspot...wkwkwk...mirip khan?...thanks
@Marinda Jaya
udah ditindak lanjuti Sob...di banned semua yang termasuk artikel kontes...thanks
ya ya ya, jadi tambah pengetahuan lagi ane, khususnya tentang difinisi artikel sampah ini.. sobat bisa benar tentang review masal sebuah produk itu masuk dalam katagori itu, tapi permasalahannya yang berwewenang penuh terhadap kriteria ini kan gugel sendiri,, repot kan,,,? hehehe
nice post n happy blogging
@Wisata Murah
hehe...bukan gue yang mendefinisikan Sob...artikelnya Danny Sullivan...Thanks
hadir lagi sob... Maaf sob baru mampir tadi ada halangan sedikit... hehe =D
baru kenal istilah seperti ini sob..
Thanks atas sharenya
ooowyeah sampah,,,, tapi artikelnya good
wah, sekarang harga kardus kalo dijual berapa ya ? #membayangkan
nambah ilmu dan pengetahuan lagi sobat serta menambah wawsan sobat..
nice artilkel sobat...
oh, memang kita harus bisa selektif kalo bertindak, jadi ga cuma ikut2an aja ujungnya malah diperdaya ky gitu..
ckckck
ditunggu kunjungan baliknya ya gan, ada postingan terbaru dari saya.
thanks gan :)
woooh nice info sob...
nice inpoh gan :D
ane nyari receh lewat repiuw juga mas, nah maka dari itulah, makanya ane menobatkan sebagai pemulung wkwkwkwk
ane lebih mengartikan sampah ke 'yg pake sedotan otomatis' dan sekarang nampaknya masih ada beberapa di page 1 gugel.. makasih inponya mas
@Black Angel Syndicate
Ok Sob...happy blogging!
@cardiacku
begitulah Sob...hehe. Thanks
@unixue
thanks Sob...happy blogging!
@atdayyan
wah itu profsi lama...dah lupa Sob...hahah. thanks
@Asis Sugianto
Ok Sob...happy blogging!
@Outbound Malang
Ok Sob dah mampir walau komennya gak tahu masuk mana...hehe. thanks
@Arman
Ok Sob...thanks
@naspard
ok sama2 Sob...happy blogging
@alkatro
hehe...dah tahu kan harga "sampah" daur ulang? ada artikelnya tuch, 8 digit perbulan dari sampah...wkwkwkwk...Thanks
artikel yang bermanfaat sekali :)
Artikel sampah, karena kedaluarsa di bilang sampah ya sob, tapi kalau memang yang punya blog katro seperti saya dan menulis berdasaarkan pengalaman yang dialami
he.. he..
@Citro Mduro
Awalnya saya mengira begitu Sob..Khusus untuk informasi bisa dianggap kadaluarsa. Tapi kalo curhat, hanya kita sebagai pemilik blog yg bisa mengatakan itu sampah atau bukan. Tapi saya setuju ma Danny Sullivan...setidaknya benar tentang sampah Search engine...thanks