Pasang Iklan | Download Mozilla Terbaru | Zodiak Hari Ini | Jadwal Bola TV
Google

Beberapa Mitos Tentang Penyakit HIV/AIDS Yang Perlu Kita Ketahui

Diterbitkan oleh pada hari Rabu, 12 Desember 2012
Beberapa Mitos Tentang Penyakit HIV/AIDS Yang Perlu Kita Ketahui ---Tanggal 1 Desember kemarin diperingati sebagai Hari HIV/AIDS Se-dunia. Pencanangan Hari HIV/AIDS Se-dunia ini ditetapkan berdasarkan hasil Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan HIV/AIDS pada tahun 1988. Tujuan dari peringatan Hari HIV/AIDS Se-dunia ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.
Mitos HIV AIDS
Di Indonesia sendiri Hari HIV/AIDS Se-dunia ini juga diperingati dengan mengangkat berbagai tema termasuk berbagai kampanye untuk melakukan hubungan seks sehat beserta pencegahannya. Dan sebagai bentuk kepedulian akan pemahaman tentang HIV/AIDS, dikutip dari ulasan riz/merdeka.com, berikut ini adalah Beberapa Mitos Tentang Penyakit HIV/AIDS Yang Perlu Kita Ketahui.
  • Pengidap HIV tahu kalau dirinya sakit
    Tidak benar, sebab sekitar satu di antara lima penderita HIV tidak tahu bahwa dirinya terjangkit virus tersebut. Sebab mereka merasa sehat dan baik-baik saja.
  • HIV dan AIDS itu sama
    Salah, yang benar adalah HIV merupakan virus yang jika tidak ditangani maka akan menimbulkan AIDS. Seseorang bisa menderita HIV tanpa AIDS selama beberapa tahun.
  • Tidak perlu waspada HIV
    Meskipun Anda bukan golongan orang yang berisiko tinggi terkena HIV, bukan berarti Anda tidak perlu waspada. Sebab siapa tahu pasangan atau tranfusi darah yang Anda lakukan ternyata berpotensi menyebarkan virus.
  • Sama-sama HIV tak perlu pengaman saat seks
    Salah, sebab siapa tahu kedua penderita terinfeksi virus yang berbeda dan jika digabungkan maka penyakit akan kebal terhadap obat dan kemungkinan besar memicu AIDS.
  • Seks oral tidak menyebabkan HIV
    Penyebaran HIV memang umumnya terjadi melalui hubungan seks vaginal. Tetapi seks oral ternyata juga bisa menyebabkan Anda terjangkit HIV.
  • Ciuman bisa menyebabkan HIV
    Ingat, virus HIV hanya menyebar melalui darah, sperma, cairan vagina, dan ASI. Sementara makanan, sentuhan, dudukan toilet, atau alat makan tidak akan membuat Anda terkena HIV. Sementara untuk ciuman, aktivitas tersebut dinilai aman jika di dalam mulut gusi tidak sariawan atau mengalami pendarahan.
  • Penderita HIV yang sehat tidak butuh obat
    Pemikiran tersebut sangat kuno dan sebaiknya tidak dipercaya. Pasalnya penderita HIV dianjurkan untuk tetap menjalani pengobatan agar tidak mudah sakit.
  • Ibu bisa tularkan HIV pada janin
    Bisa benar, bisa tidak. Sebab ibu yang menjalani pengobatan dan terapi yang dianjurkan mampu mengurangi risiko penyebaran virus pada janin yang dikandungnya.
  • Tato dan tindik tidak menyebabkan HIV
    Jika tempat dan jarum yang digunakan untuk tato dan tindik tidak steril, kedua hal itu jelas meningkatkan risiko Anda untuk terserang HIV.
  • HIV hanya menyerang orang dewasa
    Tidak benar, sebab HIV bisa menyerang siapa saja, tidak memandang usia maupun jenis kelamin. Lagipula banyak orang yang sebenarnya menderita HIV tetapi mereka tidak tahu kondisi dirinya sendiri.
  • HIV bukan masalah serius
    Tentu saja HIV masih menjadi epidemi yang patut diwaspadai, karena kasus HIV masih serius dan belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut secara total.
  • Melawan AIDS itu mustahil
    Meskipun belum ada obatnya, bukan berarti Anda menyerah melawan penyakit tersebut. Lagipula menurut United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS), jumlah infeksi virus HIV menurun sebesar 50 persen dan AIDS sebanyak 25 persen di seluruh dunia.
Itulah Beberapa Mitos Tentang Penyakit HIV/AIDS Yang Perlu Kita Ketahui. Semoga bisa memberikan sedikit edukasi tentang HIV/AIDS agar bisa kita hindari. Happy blogging!