Pasang Iklan | Download Mozilla Terbaru | Zodiak Hari Ini | Jadwal Bola TV
Google

Kisah 10 Calon Penumpang Air Asia QZ 8501 Yang Selamat

Diterbitkan oleh pada hari Senin, 29 Desember 2014
Penumpang Air Asia QZ 8501Kisah 10 Calon Penumpang Air Asia QZ 8501 Yang Selamat ---Nasib manusia, apapun itu memang ditentukan oleh Tuhan. Sebagin mungkin berkata "itu keberuntungan". Namun tetap saja, rasa jengkel karena terlambat berangkat masih membekas, hingga terdengan kabar bahwa Pesawat Air Asia type Airbus A 320 nomor penerbangan QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura hilang.

Kisah inilah yang terjadi kepada 10 Calon Penumpang Air Asia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura, yang akhirnya selamat karena tidak jadi terbang dengan pesawat tersebut.

Seperti dikutip dari Merdeka.com, 10 Penumpang pesawat AirAsia type Airbus A 320 nomor penerbangan QZ 8501 tujuan Surabaya Singapura asal Kota Kediri batal terbang setelah datang terlambat di Bandara Juanda Surabaya. Menurut Ari Putra Cahyana, salah satu penumpang yang selamat, sesuai jadwal keberangkatan adalah pukul 07.00 WIB, namun karena jadwal dimajukan dan ia tak mengindahkan, justru menjadi sebab ia bersama 10 keluarganya selamat.

Kesepuluh keluarga tersebut adalah: Ari Putra Cahyan, Anggi, Radian, Putri Sekar Arum, Jodi, Cristianawati (keenamnya calon penumpang dewasa), Daniel, Gideon, Samuel (calon penumpang anak-anak) dan seorang ibu, Ibu Sudibyo.
"Puji Tuhan ini kuasa Tuhan, sebab dengan keterlambatan ini justru menjadikan kami sekeluarga selamat," kata Ari pada merdeka.com, Minggu siang (28/112) saat dihubungi via telepon di daerah Rungkut Surabaya.
Kepada merdeka.com Ari yang asli warga Perum Mojoroto Indah F.12 ini menceritakan kronologis gagal berangkat. Sesuai jadwal keberangkatan dari tiket yang ia pesan sebenarnya ia berangkat pada pukul 07.00 WIB. Namun ia tidak jika keberangkatan pesawat dimajukan pada pukul 5.20 WIB.
"Kami tiba di bandara pukul 5.30 dan ternyata pesawat sudah berangkat, saya sempat marah-marah kepada petugas AirAsia yang tidak memberi tahu kami sebelumnya. Namun setelah dijelaskan kami menyadari bahwa saya yang salah. Sebab pihak AirAsia telah menghubungi dari Jakarta dua hari sebelumnya melalui nomor telepon Jakarta (021) dan juga melalui email," cerita Ari yang berulang kali memuji kepada Tuhan karena selamat.
Ditambahkan Ari, ia mengaku tidak mengindahkan telepon dari Jakarta dengan kode area (021), sebab menurutnya biasanya nomor (021) Jakarta itu orang yang menawarkan bisnis abal-abal, apalagi nomor tidak ia kenal. "Saya juga tidak sempat membuka email, tapi semua ini tetap ada hikmahnya," cerita Ari.
Akhirnya, memang selalu ada hikmah dibalik semua kejadian yang ada. Dan semoga semua yang sedang berduka dilapangkan dadanya...